Home » , , » Tradisi Megengan Menjelang Lebaran Yang Mulai Luntur

Tradisi Megengan Menjelang Lebaran Yang Mulai Luntur

Sore itu saya pulang dari sekolah SMK di Solo (kira-kira tahun 1997), sampai rumah keliahatannya di dapur (pawon) ada kesibukan lain dari biasanya. Ibu ku (mbokku) sedang sibuk masak besar kayaknya mebuat kue apem, golong serta jenis masakan yang saya tidak tau pokoknya berbagai macam. Dan aku tanya "arep enek acara opo to mbok ?" (mau ada acara apa to bu ?) dijawab Ibu "Megengan Le".

Megengan merupakan tradisi Selamatan dan mengundang tetangga yang akan di laksanakanmenjelang datangnya Bulan Pasa Kalender Jawa atau Bulan Ramadhan untuk Kalender Hijriyah. Di daerah asalku Wonogiri sampai saat ini masih banyak di jumpai tradisi Megengan ini hampir seluruh warga Desa melakukannya hanya saja tidak satu Desa cuma di lingkungan-lingkungan terdekat saja. Untuk satu RT bisa menjadi 4 sampai 5 bahkan 6 kelompok yang mengadakan Megengan ini, masalahnya kalau satu RT di jadikan satu maka sampai pagi baru selesai dilaksanakan, satu rumah rata-rata akan memerlukan waktu 15 sampai 25 menit.

Tradisi Megengan itu semacam Upacara Selamatan yang akan di pimpin oleh satu orang yang dituakan di lingkungan biasanya orang tersebut pandai mengucapkan Doa Selamat dalam bahasa Jawa kalau di daerah asal saya di sebut NGAJATNE, Tidak semua orang bisa memimpin Upacara Selamatan Megengan ini. Sebelum Upacara Selamatan di mulai akan di hidangkan di tengah-tengah ruangan makanan yang berupa Ubo Rampe berupa Buceng, Golong, Jenag abang, jenang Putih, Jajan Pasar, lauk pauk dan tidak lupa Kue Apem. Semua orang membentuk suatu lingkaran di Jogan (Ruangan Tengah Rumah, rumah orang Jawa jaman dulu hampir semuanya Rumah Limasan atau Joglo yang luas bagian tengah) duduk bersila membentuk lingkaran dan di tengah-tengah di gelar Ubo Rampe untuk Upacara Selamatan Megengan. 


Setelah semua Ubo Rampe siap di tengah-tengah Pemimpin Upacara Selamat Megengan akan mengucapkan Doa-doa Selamat (NGAJATNE) dan orang-orang yang duduk melingkar akan mengucapkan Nggeh dan di akhiri dengan Amin, Upacara Selamatan sudah selesai dan semua Ubo Rampe (Hidangan) di bagikan dengan dibungkus daun jati merata ke semua orang yang datang ke Upacara Selamatan Megengan. Selesai di satu rumah akan berpindah ke rumah yang selanjutnya dan selanjutnya lagi sampai semua rumah yang mengadakan Upacara Selamatan Megengan selesai.

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Cumbri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger