Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Kembang Sari Cina atau Bunga Tapakdara Berguna Bagi Kesehatan

Sunday, June 21, 2015

Sore sepulang kerja cuaca siang tadi benar-benar panas menyengat maklum saja saat itu musim kemarau panjang kulihat di halaman rumahku tanaman bunga Tapakdara agak layu mungkin karena terlalu terpanggan oleh sinar sang surya yang begitu panas lalu aku mengambil selang air untuk menyiraminya. Ada beberapa tanaman bunga sebenernya di halaman depan rumahku tapi aku agak tertarik dengan bunga Tapakdara satu ini, iseng-iseng aku mencari artikel tentang bunga Tapakdara ini ternyata ada banyak manfaatnya bagi kita. Khasiat dan manfaat bunga tapakdara antara lain untuk radang perut/disentri, kurang darah, tangan gemetar, gondok, demam, asma, leukimea, hipertensi atau darah tinggi serta diabeter atau kencing manis.

Mengenal namanya bunga Tapakdara mungkin bentuknya yang seperti bekas telapak burung dara kali, bunga Tapakdara dengan nama lain Perwinkle (bahasa Inggris), bahasa Jawa Kembang Sari Cina, bahasa Sunda Kembang Tembaga Beureum ini merupakan familia atau suku tumbuhan Apocynaceae sebenarnya bunga tapakdara ini dari Amerika Tengah.


Bunga Tapak Dara ini banyak kita jumpai di sekitar kita tinggal yang di pelihara sebagau tanaman hias di halaman maupun di kebun. Bunga Tapakdara ada dua jenis yaitu berbunga merah dan berbunga putih, tumbuhan ini hanya dapat mencapai ketinggian 100cm atau 1 meter saja. Daunya berwarna hijau berbentuk bulat telur diklasifikasikan berdaun tunggal, dari artikel yang aku baca bunga tapak dara dari akar, batang, daun sampai bunganya mempunyai unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk berbagai pengobatan. Kandungan Kimiawinya antara lain vinkristin, vinrosidin, vinblastin dan vinleurosin merupakan komposisi zak alkaloid.

Khasiat dan manfaat bunga tapakdara untuk pengobatan :
1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  • bahan : 15-20 gram daun tapak dara kering, 10 gram bunga krisan
  • cara membuat : direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan disaring
  • cara menggunakan : diminum tiap sore

2. Leukemia

  • bahan : 20-25 gram daun tapakdara kering, adaspulawaras
  • cara buat : direbus dengan 1 liter air dan di saring
  • cara menggunakan : diminum 2 kali sehari pagi dan sore

3. Diabetes mellitus ( kencing manis)

  • bahan : 10-16 lembar daun tapakdara
  • cara buat : direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
  • cara menggunakan : setelah dingin diminum, di ulang sampai sembuh

4. Demam

  • bahan : 1 genggam (12-20 gram) daun tapakdara, 3 potong batan dan akar tapak dara
  • cara buat : direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas
  • cara menggunakan : diminum pagi dan sore dan ditmabah gula kelapa

5. Asma dan Bronkhitis

  • bahan : 1 potong bonggol akar tapakdara
  • cara buat : direbus dengan 5 gelas air
  • cara menggunakan : diminum 2 kali sehari pagi dan sore


Bunga Wijaya Kusuma

Wednesday, May 1, 2013

Liat bunga mekar lalu aku memfotonya dengan kamera hp dan katanya itu bunga Wijaya Kusuma, iseng googling nyari artikel tentang bunga tersebut eh ternyata kata tulisan artikel di blog kembangkeramat.blogspot ada jenisnya yang Keramat juga.
Wijaya Kusuma Keramat atau Pisonia Grandis

Wijayakusuma Keramat
Bunga Wijaya Kusuma atau nama latinnya Pisonia Grandis var Silvestris, tanaman ini kurang dikenal oleh mayarakat luas. Yang paham umumnya ahli botani atau paranormal, bentuknya mirip kol belanda (Pisonia Alba) yang biasa di tanam untuk tanaman hias. Bedanya, daun pucuk kol belanda warnanya kuning cerah, sementara daun pucuk wijayakusuma tetap hijau seperti daun pada umumnya.

Tanaman wijayakusuma bisa tinggi sekitar 3 meter bentuknya mirip bonsai. Menurut ahli K. Heyne, tanaman ini tingginya bisa mencapai 13 meter. Di Indonesia adanya di Kepulauan Seribu, Karimunjawa, pulau Puteran Madura, Bali, Ambon dan di Pulau Karang Bandung dekat pulau Nusakambangan. Di Bali dinamakan dag-dag see, di Ambon dinamakan sayur putih pulu. Yang bisa berbunga (mekar) cuma wijayakusuma Pisonia ini, yaitu yang ada pulau Karang Bandung Nusakambangan, Karimunjawa dan Bali, tapi jarang sekali.

Wijayakusuma punya bunga majemuk, tangkai bunganya merekah keluar. Satu tangkai bisa punya sekitar 10 helai, tiap helai bisa tumbuh sampai 20 kuntum bunga, jadi satu tangkai Wijayakusuma itu bisa ratusan bunga. Diameter bunga sangat kecil, cuma sekitar 2-4 milimeter, kalu sedang mekar , panjangnya 5 sampai 6 milimeter, bentuknya mirip terompet , warna kelopak bunga hijau, mahkota putih, benang sari putih kekuningan.

Bunga Wijayakusuma beraroma harum, mekar pada siang hari, dan bisa bertahan satu hari, setelah itu layu terus kering. Setangkai bunga kalau mekar tidak berbarengan tetapi bertahap, ada yang bisa menjadi biji (antara 1 - 2).

Bunga Sedap Malam

Wijayakusuma Hias
Tanaman ini biasanya ditanam di pot di pojok-pojok rumah. Bahasa latinnya Epiphyllum oxypetalum (Queen of’ Night). Warna bunganya putih, diameter 10 cm, awalnya banyak orang yang menamai midnight flower atau bunga tengah malam atau juga bunga sedap malam. bunga ini mekarnya pasti di waktu malam hari baunya sangatlah wangi atau harum benar-benar, pada waktu terbit matahari pasti bunga ini akan layu. Di masyarakat China populer menamai Keng Hwah yang artinya kembang yang indah dan agung. Mitosnya siapa saja yang beruntung bisa melihat bunga ini bakal lancar rejekinya.

Bunga Wijayakusuma atau Bunga Sedap malam hasil jepretan Hp SE W8

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Cumbri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger