Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Ikan Jogoripuh Hidup di Sungai

Friday, June 5, 2015

Ikan Jogoripuh sebutan untuk ikan air tawar yang satu ini di tempat tinggal saya atau di tempat disebut ikan kekel ada juga yang menyebut ikan bloso. Ikan jogoripuh atau ikan kekel ini bisanya hidup di antara sela-sela batu yang terdapat di sungai yang mengalir.

Di tempat saya tinggal ikan Jogoripuh atau ikan bloso atau ikan kekel ini sekarang ini sudah menjadi ikan yang susah untuk mendapatkannya di sungai ya di karenakan sungainya sendiri tidak bisa mendukung kelangsungan kehidupan ikan jogoripuh atau ikan kekel ini. 

Batuan kali untuk tahun 2015 ini sudah hampir-hampir tidak ada lagi di sungai-sungai tempat saya tinggal. Kalau waktu dulu saat saya masih Sekolah Dasar sampai SMP masih melimpah ruah Batuan Kali ini. 

Ikan jogoripuh atau ikan kekel ini bentuknya mirip seperti ikan lele tetapi di punggung ikan jogoripuh ini terdapat sirip yang berbeda dengan sirip ikan lele. Kalau ikan lele siripnya memanjang dari belakang kepala ke belakang hampir sampai ekornya sedangkan ikan Jogoripuh atau ikan kekel ini mempunya sirip kecil di belakan kepala dan satu lagi di dekat ekornya. Ikan Jogoripuh atau ikan kekel ini adalah ikan air tawar yang tergolong ikan yang kecil besarnya hanya sejari kelingking orang dewasa, saya belum pernah melihat ikan jogoripuh atau ikan kekel ini seukuran jempol orang dewasa.

Di waktu dulu saat saya masih Sekolah Dasar (SD) untuk mendapatkan ikan jogoripuh atau ikan kekel ini menggunakan alat perangkap bengkeng yang di pasang di aliran air. Biasanya kalau sudah sore tiba saya bersama teman-teman akan pergi ke sungai (kali belakang rumah) untuk mencari ikan jogoripuh atau ikan kekel ini.

Ikan jogoripuh atau ikan kekel ini kalau di bandingkan dengan ikan uceng rasanya sedikit lebih keras. Cara masaknya biasanya hanya digoreng saja, di tambah sambal bawang dan nasi liwet untuk sarapan pagi di waktu kecil dulu.



Ikan Uceng atau Iwak Uceng di Kali Sepring

Menurut Aku ikan sungai atau kali yang paling enak adalah ikan uceng atau iwak uceng dalam bahasa jawanya. Di tempat kelahiran ku di sungai belakang rumah Sungai Kresek di kedung sepring dulu banyak sekali ikan uceng atau iwak uceng ini.

Untuk mendapatkan ikan uceng atau iwak uceng ini dahulu Bapak saya menggunakan alat perangkap yang kami sebut dengan nama Bengkeng. Alat ini terbuat dari anyaman bambu yang di buat sendiri jadi tidak beli, pada waktu sore hari alat perangkap ikan atau bengkeng ini di pasang di aliran air sungai dan pada pagi hari berikutnya baru di ambil lagi, nah di dalam bengkeng ini kita akan mendapati begitu banyak ikan yang terperangkap didalamnya. Itu tadi sekilas tentang bengkeng yang digunakan untuk menangkap ikan.

Untuk ikan uceng sendiri adalah ikan jenis air tawar yang biasanya hidup di sungai yang mengalir, tidak semua sungai terpat ikan jenis ini hanya di sungai yang dangkal dan airnya mengalir. Sedangkan sekarang ini ikan uceng sudah banyak kehilangan tempatnya utuk hidup, Sungai yang dulunya banyak terdapat batu-batu besar maupun kecil sekarang tinggal menjadi padas yang di aliri air. Sedangkan ikan uceng ini senang hidup diantara bebatuan yang terdapat di sungai yang dialiri air.


Saya mencari di Google mengenai pembudidayaan ikan uceng ini tapi sampai sekian lama juga belum ada yang memuat tentang budidaya ikan uceng, entah mengapa apakah memang susah pembudidayaannya atau memang orang tidak mau membudidayakannya. Sedangkan untuk belajar sendiri saya belum mengetahui cara beternak ikan. Padahal ikan uceng adalah ikan air tawar Favorit saya enak banget di makan pakai sambal bawang dan nasi liwet.

Kicauan Kacer Hitam Menyanyikan Lagu Cinta

Monday, June 1, 2015

Dulu sekali waktu masih SD kalau gak salah inget pernah liat dan denger kicauan burung kacer hitam ini di sungai sebelah utara runahku tepat nya di sungai kresek atau Kali Kresek di tempat kedung sepring dulu masih asri banyak terdapat pepohonan yang rimbun serta pokok-pokok bambu yang banyak terdapat di tepi sungai kresek tepatnya di kedung sepring. 

Disanalah dulu aku melihat burung kacer hitam bertengger di dahan pohon sambil berkicau menyanyikan lagu cinta untuk menarik pasangan betinanya.

Tetapi sekarang kalau saya di tempat itu atau sungai kresek kedung sepring tidak akan lagi mendapti melihat burung kacer hitam ini. Apalagi mendengarkan suara kicauan nyayian cintanya lagi. Kalau kita ingin mendengarkan suara kicauan burung kacer hijau ini kita harus membelinya di pasar-pasar burung atau ke pedagang burung. 


Sedangkan burung kacer sendiri ada beberapa macam di Indonesia Burung kacer atau Magpie Robin yang populer di Indonesia saat ini ada dua jenis, yakni kacer hitam yang sering disebut kacer jawa dan kacer poci atau kacer sekoci yang sering disebut kacer sumatra. Burung ini memang masih berkerabat yakni sama-sama dalam genus Copsychus.

Burung kacer jawa nama ilmiahnya adalah Copsychus sechellarum sedangkan kacer poci adalah Copsychus saularis.


Perbedaan keduanya yang menyolok hanyalah pada warna bulu hitam-putih. Copsychus sechellarum atau kacer jawa berbulu hitam semua di bagian dada sampai dekat kloaka, sementara Copsychus saularis ataui kacer poci warna hitam hanya sampai dada dan ke bawah hingga kloaka berwarna putih. Sementara itu burung yang sangat mirip dengan kacer poci atau kacer sumatra adalah kacer madagaskar (Copsychus albospecularis).

Seperti disebutkan di atas, kacer terdiri dari 3 species, yakni Copsychus saularis, Copsychus sechellarum dan Copsychus albospecularis. Khusus untuk Copsychus saularis (Oriental Magpie Robin) ini terdiri dari 9 subspecies, yaitu:

1. saularis, (Thailand, India, Nepal, Malaysia, Indonesia)
2. andamanensis, (Kep. Andaman)
3. musicus, (Peninsular, Malaysia, Thailand)
4. prosthopellus, (Hainan-China)
5. erimelas (India ke Indochina),
6. pluto (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
7. ceylonensis (India, Srilanka),
8. adamsi (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
9. mindanensis (Mindanao-Philippines).

Kacer sumatera atau kacer poci mempunyai warna hitam pada kepala, leher sebatas dada, punggung dan bagian luar ekor. Sedangkan warna putih berada pada dada, perut dan ekor bagian dalam. Penyebaran mulai China, India, Nepal, Thailand, Indochina, Filipina, Malaysia dan Indonesia.

Kacer hitam atau sering disebut kacer jawa
Memiliki suara yang keras, nyaring dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil membuka ekor serta mengeluarkan suara kicauan yang merdu. Burung ini sangat menyukai udara panas.





Kacer hitam (Copsychus sechellarum) atau Seychelles Magpie Robin penyebarannya mulai dari Seychelles (Afrika), Jawa dan Kalimantan (Indonesia). Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Kemampuan berkicau sangat baik dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil memainkan ekor. Volume suara sedang. Jenis ini juga sangat suka dengan udara panas.

Kutilang Tak Berbunyi Lagi

Thursday, May 28, 2015

Di waktu menjelang matahari terbit di atas bukit Cumbri dan setelah ayam jantan berkokok di pagi hari biasanya akan terdengar kicauan burung Kutilang di belakang rumahku, itu akan membuat aku terbangun dan biasanya akan langsung mengambil handuk trus mandi pagi tidak lupa juga untuk mengosok gigi. Tetapi kini setelah selang waktu beberapa tahun walaupun matahari sudah terbit tinggi tak aku dengarkan lagi kicauan detilung detilung detilung dari burung kutilang.

Cucak Kutilang atau Kutilang adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Orang Sunda menyebutnya cangkurileung, orang Jawa menamainya ketilang atau genthilang, mengikuti bunyi suaranya yang khas. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sementara nama ilmiahnya adalah Pycnonotus aurigaster; mengacu pada bulu-bulu di sekitar pantatnya yang berwarna jingga.

Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm.

Sisi atas tubuh (punggung, ekor) berwarna coklat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan. Bagian atas kepala, mulai dari dahi, topi dan jambul, berwarna hitam. Tungging (di muka ekor) nampak jelas berwarna putih, serta penutup pantat berwarna jingga.


Cucak kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 m dpl. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Cucak kutilang sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun sebaliknya burung ini menguntungkan petani karena juga memangsa pelbagai jenis serangga, ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman.

Kelompok burung ini acap terbang dengan ribut, berbunyi nyaring cuk, cuk, ..tuit,tuit! ; atau bersiul berirama yang terdengar seperti ke-ti-lang.. ke-ti-lang.. berulang-ulang di atas tenggerannya.

Burung Kutilang memiliki kebiasaan untuk berjemur dan mandi embun setiap pagi,hal ini berguna untuk menjaga bulunya yang terus di minyaki. Minyak ini berasal dari bagian belakang dekat ujung ekornya yang berhubungan dengan badan. Burung Kutilang juga memiliki kebiasaan menaikan jambulnya bila senang maupun ingin buang air besar. Burung Kutilangpun memiliki masa "Mabung" yaitu saat dimana bulu yang lama rontok dan berganti bulu yang baru. Di saat Mabung burung Kutilang akan cenderung lebih diam baik secara suara maupun gerakan.

Sarang cucak kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, dengan puncaknya April sampai September.

Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara (kecuali Malaysia), Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati di Kalimantan.

Branjangan Berkicau Sambil Terbang

Waktu dulu jaman aku masih sekolah di SD masih sangat banyak ku temui burung yang kalau di waktu dia terbang dia berkicau dengan indah dan nyaring, katanya sih itu burung branjangan.

Kalau di tempatku dulu burung ini atau burung branjangan ini hidup di persawahan, membuat sarang dan bertelur sampai dengan mengasuh anak-anaknya di sawah. Setahu aku burung branjangan ini kalau membuat sarang di sela-sela tumbuhan kedelai diwaktu menjelang musim penghujan hampir habis atau datangnya musim kemarau.

Tapi kini di sawah-sawah sekitar tempat aku tinggal tak terlihat lagi burung branjangan yang berkicau riang sambil terbang di langit, Burung branjangan sudah kehilang kebebasannya untuk berkicau di langit di atas hamparan sawah-sawah di waktu ini, sekarang burung branjangan banyak kita jumpai di pasar-pasar burung.

Membahas Burung Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah.  Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.


Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.


Memilih branjangan: Tidak ada patokan khusus dalam memilih branjangan. Ciri-ciri branjangan yang baik antara lain bentuk fisiknya atletis, ekor dan badan panjang, mata tajam menunjukkan petarung, bulu lembut seperti sutra sedangkan paruhnya bagai burung gelatik tapi agak bengkok sedikit ke bawah.


Lebih Pintar Anjing Atau Kucing ?

Monday, September 9, 2013

Lebih pintar mana sih kucing dengan anjing? Itu adalah pertanyaan klasik yang banyak dipertanyakan oleh orang yang ingin punya peliharaan tetapi belum jelas mau memelihara binatang apa. Dan memang dua binatang ini adalah yang paling banyak menarik minat manusia untuk memeliharanya pren. Banyak hal yang membuat kedua binatang ini menjadi pilihan utama manusia untuk dipelihara. 

Diantaranya adalah karena kucing dan anjing merupakan salah satu binatang tercerdas yang ada di bumi. Lalu, sebenarnya lebih cerdas anjing atau kucing sih pren??? Berikut unic29 punya beberapa aspek perbandingan antara kucing dan anjing yang akan membantu pren menilai tingkat kecerdasan mereka.

Kemampuan fisik : Salah satu alasan memelihara kucing adalah karena mereka merupakan pemburu tikus dan serangga yang sangat handal. Itu sudah terbukti pren. Dan salah satu alasan memelihara anjing adalah karena mereka kuat dan cepat, sehingga mampu melindungi manusia. So, keduanya memiliki kemampuan yang berbeda tetapi sama-sama dibutuhkan manusia pren. Bisa dibilang keduanya seri dalam kategori ini.

Kemampuan sosial : Anjing paham kalau dia menggonggong di depan pintu maka akan ada manusia yang membukakannya pintu dan dia bisa keluar, sementara kucing lebih senang “melarikan diri”. So, anjing menang dalam kategori ini karena lebih mampu bersosialisasi dengan manusia pren.

Kemampuan bertahan hidup : Kucing bisa membersihkan badannya sendiri, mencari makannya sendiri, dia tidak perlu diajak jalan-jalan keluar rumah oleh majikannya karena dia bisa melakukannya sendiri pren. Dan kucing juga bisa terlatih menggunakan kamar mandi. Sedangkan anjing perlu dimandikan, diajak jalan-jalan dan diajak keluar rumah jika akan buang kotoran. Untuk kategori ini, unic29 memenangkan kucing.

Kemampuan mendengarkan perintah : Yang paling mudah adalah, anjing akan segera mendekat ketika namanya dipanggil majikannya karena mereka tahu akan diberi makanan. Sedangkan kucing belum tentu mendekat. Namun hal ini bukan berarti kucing tidak paham perintah pren. Dia tetap paham, hanya saja dia meresponnya dengan caranya sendiri. Kucing tahu kalau namanya dipanggil, tetapi seringnya dia hanya merespon dengan menoleh saja, tidak langsung mendekat. Alhasil dalam kategori ini kemampuan kucing dan anjing kembali dianggap seimbang.

Kemampuan memilih mainan : Kucing itu binatang yang suka pilih-pilih mainan. Dia belum tentu suka dengan mainan mahal yang pren belikan. Sedangkan anjing, dia akan menerima mainan apapun yang pren belikan.

Nah loh!!! Menurut Anda cerdasan yang mana??

Sumber
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Cumbri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger