Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Memet Ikan Di Kalen

Sunday, June 21, 2015

Satu gelas kopi sudah aku buat dan aku bawa ke bangku di emper rumah sambil udut diselingi ngopi serta chating bbm rasanya nikmat ku bayangkan seperti itu, kucari udutku tapi kok tinggal satu batang yang ada. Akhirnya aku pergi kewarung sebelah barat rumahku agak jauh juga sih kudu naik motor di tengah-tengah jalan aku lihat beberapa orang berkumpul di pinggir jalan tepatnya di Kalen (selokan) aku penasaran adapakah ? dari pada pernasaran pingin tahu akirnya aku berhenti dan melihat wah ternyata mereka lagi MEMET di Kalen (mencari ikat) dari sisa-sisa air selokan disitu kayaknya banyak terdapat ikan kemungkinan lele, wader, uceng dan bahkan iwak empluk (cetuk).

Kata MEMET mungkin cuma orang-orang dan anak-anak daerah asalku saja yang mengetahuinya, di tempat lain lain kemungkinan berbeda bahasa atau istilah. Kalau waktu jaman aku SD dahulu memet di kalen itu hampir tiap akhir musim penghujan anak-anak yang suka bermain bersama-sama teman-teman akan melakukan pencarian dan pemburuan ikan di kalen-kalen yang air nya tinggal genangan nya saja.

Cara memet itu lah yang mengasikan bagi anak-anak usia 7 sampai 13 tahun bermain air dan berburu ikan yang kecil-kecil berebutan beramai-ramai. Kalen atau selokan itu di bendung dahulu disebelah bawahnya lalu anak-anak akan NEWU (menguras airnya) sedangkal mungkin menggunakan ember bekas atau batok kelapa. Setelah air tinggal sedikit maka anak-anak akan segera turun mengubek-ubek air yang tinggal sedikit tapi dan ikan kecil-kecil akan segera di buru nya. 

Itu tadi sedikit tentang memet mencari ikan yang sangat di gemari anak-anak di mana saja berada, untuk tempat yang lain kemungkinan istilahnya berbeda kalau ada yang pernah mengalami hal seperti itu di tempat asal nya namanya apa ? bisa kasih tahu ??? 

Evolusi Serangga Terbaru Setelah 250 Juta Tahun

Saturday, May 4, 2013

Makhluk mirip jangkrik ini disebut treehopper. Makhluk ini memiliki tiga pasang sayap yang tak biasa ditemukan pada evolusi serangga. Seperti apa?

Serangga ini ditemukan Benjamin Prud’homme dan rekan dari Institute of the Biology of Development di Marseille. Sayap serangga yang dimuat dalam jurnal Nature ini sangat lebar. Sayap ini diyakini hanya tumbuh pada segmen kedua dan ketiga dada serangga.

‘Helm’ serangga ini tumbuh dari segmen pertama dada serangga. Uniknya, ‘helm’ ini tumbuh melebihi panjang tubuh serangga itu sendiri dan memiliki warna serta bentuk dan ukuran beragam.

Hasil studi terdahulu menunjukkan, helm ini muncul dari tulang luar serangga yang terletak pada segmen dada. Prud’homme dan tim terkejut mendapati, helm itu ternyata merupakan perpaduan sepasang sayap, "Meski tak digunakan untuk terbang."

Peneliti mengatakan, helm pada serangga ini merupakan contoh pertama dari tubuh baru yang muncul pada 250 juta tahun evolusi serangga.

Sumber
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Cumbri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger