Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Ikan Jogoripuh Hidup di Sungai

Friday, June 5, 2015

Ikan Jogoripuh sebutan untuk ikan air tawar yang satu ini di tempat tinggal saya atau di tempat disebut ikan kekel ada juga yang menyebut ikan bloso. Ikan jogoripuh atau ikan kekel ini bisanya hidup di antara sela-sela batu yang terdapat di sungai yang mengalir.

Di tempat saya tinggal ikan Jogoripuh atau ikan bloso atau ikan kekel ini sekarang ini sudah menjadi ikan yang susah untuk mendapatkannya di sungai ya di karenakan sungainya sendiri tidak bisa mendukung kelangsungan kehidupan ikan jogoripuh atau ikan kekel ini. 

Batuan kali untuk tahun 2015 ini sudah hampir-hampir tidak ada lagi di sungai-sungai tempat saya tinggal. Kalau waktu dulu saat saya masih Sekolah Dasar sampai SMP masih melimpah ruah Batuan Kali ini. 

Ikan jogoripuh atau ikan kekel ini bentuknya mirip seperti ikan lele tetapi di punggung ikan jogoripuh ini terdapat sirip yang berbeda dengan sirip ikan lele. Kalau ikan lele siripnya memanjang dari belakang kepala ke belakang hampir sampai ekornya sedangkan ikan Jogoripuh atau ikan kekel ini mempunya sirip kecil di belakan kepala dan satu lagi di dekat ekornya. Ikan Jogoripuh atau ikan kekel ini adalah ikan air tawar yang tergolong ikan yang kecil besarnya hanya sejari kelingking orang dewasa, saya belum pernah melihat ikan jogoripuh atau ikan kekel ini seukuran jempol orang dewasa.

Di waktu dulu saat saya masih Sekolah Dasar (SD) untuk mendapatkan ikan jogoripuh atau ikan kekel ini menggunakan alat perangkap bengkeng yang di pasang di aliran air. Biasanya kalau sudah sore tiba saya bersama teman-teman akan pergi ke sungai (kali belakang rumah) untuk mencari ikan jogoripuh atau ikan kekel ini.

Ikan jogoripuh atau ikan kekel ini kalau di bandingkan dengan ikan uceng rasanya sedikit lebih keras. Cara masaknya biasanya hanya digoreng saja, di tambah sambal bawang dan nasi liwet untuk sarapan pagi di waktu kecil dulu.



Ikan Uceng atau Iwak Uceng di Kali Sepring

Menurut Aku ikan sungai atau kali yang paling enak adalah ikan uceng atau iwak uceng dalam bahasa jawanya. Di tempat kelahiran ku di sungai belakang rumah Sungai Kresek di kedung sepring dulu banyak sekali ikan uceng atau iwak uceng ini.

Untuk mendapatkan ikan uceng atau iwak uceng ini dahulu Bapak saya menggunakan alat perangkap yang kami sebut dengan nama Bengkeng. Alat ini terbuat dari anyaman bambu yang di buat sendiri jadi tidak beli, pada waktu sore hari alat perangkap ikan atau bengkeng ini di pasang di aliran air sungai dan pada pagi hari berikutnya baru di ambil lagi, nah di dalam bengkeng ini kita akan mendapati begitu banyak ikan yang terperangkap didalamnya. Itu tadi sekilas tentang bengkeng yang digunakan untuk menangkap ikan.

Untuk ikan uceng sendiri adalah ikan jenis air tawar yang biasanya hidup di sungai yang mengalir, tidak semua sungai terpat ikan jenis ini hanya di sungai yang dangkal dan airnya mengalir. Sedangkan sekarang ini ikan uceng sudah banyak kehilangan tempatnya utuk hidup, Sungai yang dulunya banyak terdapat batu-batu besar maupun kecil sekarang tinggal menjadi padas yang di aliri air. Sedangkan ikan uceng ini senang hidup diantara bebatuan yang terdapat di sungai yang dialiri air.


Saya mencari di Google mengenai pembudidayaan ikan uceng ini tapi sampai sekian lama juga belum ada yang memuat tentang budidaya ikan uceng, entah mengapa apakah memang susah pembudidayaannya atau memang orang tidak mau membudidayakannya. Sedangkan untuk belajar sendiri saya belum mengetahui cara beternak ikan. Padahal ikan uceng adalah ikan air tawar Favorit saya enak banget di makan pakai sambal bawang dan nasi liwet.

Kicauan Kacer Hitam Menyanyikan Lagu Cinta

Monday, June 1, 2015

Dulu sekali waktu masih SD kalau gak salah inget pernah liat dan denger kicauan burung kacer hitam ini di sungai sebelah utara runahku tepat nya di sungai kresek atau Kali Kresek di tempat kedung sepring dulu masih asri banyak terdapat pepohonan yang rimbun serta pokok-pokok bambu yang banyak terdapat di tepi sungai kresek tepatnya di kedung sepring. 

Disanalah dulu aku melihat burung kacer hitam bertengger di dahan pohon sambil berkicau menyanyikan lagu cinta untuk menarik pasangan betinanya.

Tetapi sekarang kalau saya di tempat itu atau sungai kresek kedung sepring tidak akan lagi mendapti melihat burung kacer hitam ini. Apalagi mendengarkan suara kicauan nyayian cintanya lagi. Kalau kita ingin mendengarkan suara kicauan burung kacer hijau ini kita harus membelinya di pasar-pasar burung atau ke pedagang burung. 


Sedangkan burung kacer sendiri ada beberapa macam di Indonesia Burung kacer atau Magpie Robin yang populer di Indonesia saat ini ada dua jenis, yakni kacer hitam yang sering disebut kacer jawa dan kacer poci atau kacer sekoci yang sering disebut kacer sumatra. Burung ini memang masih berkerabat yakni sama-sama dalam genus Copsychus.

Burung kacer jawa nama ilmiahnya adalah Copsychus sechellarum sedangkan kacer poci adalah Copsychus saularis.


Perbedaan keduanya yang menyolok hanyalah pada warna bulu hitam-putih. Copsychus sechellarum atau kacer jawa berbulu hitam semua di bagian dada sampai dekat kloaka, sementara Copsychus saularis ataui kacer poci warna hitam hanya sampai dada dan ke bawah hingga kloaka berwarna putih. Sementara itu burung yang sangat mirip dengan kacer poci atau kacer sumatra adalah kacer madagaskar (Copsychus albospecularis).

Seperti disebutkan di atas, kacer terdiri dari 3 species, yakni Copsychus saularis, Copsychus sechellarum dan Copsychus albospecularis. Khusus untuk Copsychus saularis (Oriental Magpie Robin) ini terdiri dari 9 subspecies, yaitu:

1. saularis, (Thailand, India, Nepal, Malaysia, Indonesia)
2. andamanensis, (Kep. Andaman)
3. musicus, (Peninsular, Malaysia, Thailand)
4. prosthopellus, (Hainan-China)
5. erimelas (India ke Indochina),
6. pluto (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
7. ceylonensis (India, Srilanka),
8. adamsi (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
9. mindanensis (Mindanao-Philippines).

Kacer sumatera atau kacer poci mempunyai warna hitam pada kepala, leher sebatas dada, punggung dan bagian luar ekor. Sedangkan warna putih berada pada dada, perut dan ekor bagian dalam. Penyebaran mulai China, India, Nepal, Thailand, Indochina, Filipina, Malaysia dan Indonesia.

Kacer hitam atau sering disebut kacer jawa
Memiliki suara yang keras, nyaring dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil membuka ekor serta mengeluarkan suara kicauan yang merdu. Burung ini sangat menyukai udara panas.





Kacer hitam (Copsychus sechellarum) atau Seychelles Magpie Robin penyebarannya mulai dari Seychelles (Afrika), Jawa dan Kalimantan (Indonesia). Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Kemampuan berkicau sangat baik dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil memainkan ekor. Volume suara sedang. Jenis ini juga sangat suka dengan udara panas.

Cucak Hijau Yang Serak

Burung Hijau ini adalah burung yang sering kita liat sekarang banyak di pasar-pasar burung. Burung hijau ini merupakan burung berkicau burung hijau ini atau orang sering menamainya dengan Cucak Hijau atau Murai Daun, Burung cucak hijau atau murai daun ini kalau berkicau sangat menyenangkan bagi pendengarnya.

Diwaktu dulu mungkin orang tidak akan menyangka bahwa burung hijau atau cucak hijau ini bisa hilang dari kehidupan alam sekarang ini. Begitu banyaknya orang yang memburu burung hijau atau cucak hijau ini untuk sekedar dipelihara di dalam sangkar dan di dengarkan suara kicauan cucak hijau ini.

Saya banyak membaca artikel-artikel mengenai burung hijau atau cucak hijau ini menjelaskan bahwa dari cara pemilihannya pada waktu anakan, untuk pemeliharaannya dan untuk mendapatkan kicauan burung cucak hijau ini. 

Untuk menjernihkan suara cucak ijo menggunakan ramuan tradisional. Bagi anda yang burung  cucak hijaunya sedang bersuara serak, cobalah ramuan tradisional berikut untuk mengatasinya. Berikan air teh yang tidak terlalu manis dan campurkan air perasan jeruk nipis (cukup setengah potong jeruk nipis) sebagai pengganti air minum. Pemberian air minum tersebut cukup 2 kali dalam seminggu.


Menjaga kesehatan burung cucak hijau sangat penting agar tubuh selalu dalam kondisi fit dan selalu rajin berkicau. Sediakan jahe, kunyit, dan kencur masing-masing cukup 1 ruas/buah. Kemudian semua bahan tersebut diparut dan diperas airnya. Air perasan tersebut anda campurkan kedalam tempat minum burung. (jika burung tidak mau minum, ambil tempat makan, minum, dan pisang selama penjemuran. Setelah proses penjemuran selesai baru kemudian masukan tempat minum yang sudah dicampurkan air perasan tersebut, biasanya burung akan langsung meminumnya). Lakukan pemberian ramuan tradisional ini minimal 1 bulan sekali.


Kutilang Tak Berbunyi Lagi

Thursday, May 28, 2015

Di waktu menjelang matahari terbit di atas bukit Cumbri dan setelah ayam jantan berkokok di pagi hari biasanya akan terdengar kicauan burung Kutilang di belakang rumahku, itu akan membuat aku terbangun dan biasanya akan langsung mengambil handuk trus mandi pagi tidak lupa juga untuk mengosok gigi. Tetapi kini setelah selang waktu beberapa tahun walaupun matahari sudah terbit tinggi tak aku dengarkan lagi kicauan detilung detilung detilung dari burung kutilang.

Cucak Kutilang atau Kutilang adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Orang Sunda menyebutnya cangkurileung, orang Jawa menamainya ketilang atau genthilang, mengikuti bunyi suaranya yang khas. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sementara nama ilmiahnya adalah Pycnonotus aurigaster; mengacu pada bulu-bulu di sekitar pantatnya yang berwarna jingga.

Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm.

Sisi atas tubuh (punggung, ekor) berwarna coklat kelabu, sisi bawah (tenggorokan, leher, dada dan perut) putih keabu-abuan. Bagian atas kepala, mulai dari dahi, topi dan jambul, berwarna hitam. Tungging (di muka ekor) nampak jelas berwarna putih, serta penutup pantat berwarna jingga.


Cucak kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 m dpl. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Cucak kutilang sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun sebaliknya burung ini menguntungkan petani karena juga memangsa pelbagai jenis serangga, ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman.

Kelompok burung ini acap terbang dengan ribut, berbunyi nyaring cuk, cuk, ..tuit,tuit! ; atau bersiul berirama yang terdengar seperti ke-ti-lang.. ke-ti-lang.. berulang-ulang di atas tenggerannya.

Burung Kutilang memiliki kebiasaan untuk berjemur dan mandi embun setiap pagi,hal ini berguna untuk menjaga bulunya yang terus di minyaki. Minyak ini berasal dari bagian belakang dekat ujung ekornya yang berhubungan dengan badan. Burung Kutilang juga memiliki kebiasaan menaikan jambulnya bila senang maupun ingin buang air besar. Burung Kutilangpun memiliki masa "Mabung" yaitu saat dimana bulu yang lama rontok dan berganti bulu yang baru. Di saat Mabung burung Kutilang akan cenderung lebih diam baik secara suara maupun gerakan.

Sarang cucak kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, dengan puncaknya April sampai September.

Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara (kecuali Malaysia), Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati di Kalimantan.

Branjangan Berkicau Sambil Terbang

Waktu dulu jaman aku masih sekolah di SD masih sangat banyak ku temui burung yang kalau di waktu dia terbang dia berkicau dengan indah dan nyaring, katanya sih itu burung branjangan.

Kalau di tempatku dulu burung ini atau burung branjangan ini hidup di persawahan, membuat sarang dan bertelur sampai dengan mengasuh anak-anaknya di sawah. Setahu aku burung branjangan ini kalau membuat sarang di sela-sela tumbuhan kedelai diwaktu menjelang musim penghujan hampir habis atau datangnya musim kemarau.

Tapi kini di sawah-sawah sekitar tempat aku tinggal tak terlihat lagi burung branjangan yang berkicau riang sambil terbang di langit, Burung branjangan sudah kehilang kebebasannya untuk berkicau di langit di atas hamparan sawah-sawah di waktu ini, sekarang burung branjangan banyak kita jumpai di pasar-pasar burung.

Membahas Burung Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah.  Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.


Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.


Memilih branjangan: Tidak ada patokan khusus dalam memilih branjangan. Ciri-ciri branjangan yang baik antara lain bentuk fisiknya atletis, ekor dan badan panjang, mata tajam menunjukkan petarung, bulu lembut seperti sutra sedangkan paruhnya bagai burung gelatik tapi agak bengkok sedikit ke bawah.


Semut Rang-Rang Yang Semakin Langka

Thursday, May 16, 2013

Di kebun belakan di pohon-pohon randu, pohon mangga, pohon jambu monyet dan pohon lainnya beberapa waktu lalu banyak sekali terdapat sarang semut yang warnanya merah kalau di tempat saya namanya semut Ngangrang, kalo mereka si semut ngangrang (semut rangrang) tersebut menggigit rasanya perih tetapi tidak gatal.

Semut Rangrang atau kerangga (Oecophylla) adalah semut berukuran agak besar yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Dalam bahasa Inggris ia disebut weaver ant atau "semut penganyam". Rangrang sebagaimana banyak semut lain adalah serangga sosial dan membentuk koloni. Koloni rangrang dapat sangat tinggi populasinya.

Di dunia dikenal dua jenis rangrang yang masih menyintas. Sisanya ditemukan dalam bentuk fosil. Jenis pertama adalah rangrang asia (O. smaragdina) yang tersebar luas dari Pakistan sampai Australia bagian utara dan rangrang afrika (O. longinoda) yang menghuni kawasan tropis di Afrika.

Serangga ini bersifat teritorial (menjaga tempat hidupnya) dan bertemperamen "galak". Rangrang tidak segan-segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya. Karena perilaku ini, banyak pemilik pohon buah di Asia Tenggara memanfaatkannya untuk menjaga buah yang mulai ranum. 

Bagi para petani, semut itu cukup berguna sebagai pembasmi dan pengendali hama tanaman. Semut rangrang dapat membunuh hama tanaman yang menyebabkan tanaman para petani itu tumbuh dengan baik. Siapa sangka, semut rangrang yang cukup ditakuti keberadaannya ini ternyata bermanfaat juga.
Manfaat semut rangrang untuk tanaman telah dikenal di banyak negara. Demikian pula, petani-petani di Delta Mekong (Vietnam) dan di Kalimantan Timur (Indonesia), mempunyai pengalaman mengenai bagaimana semut rangrang dapat meningkatkan kualitas buah. Buah yang dihasilkan menjadi lebih menarik dan lebih segar.

Jika diamati dengan seksama, semut rangrang dapat mengganggu, menghalangi atau memangsa berbagai jenis hama seperti kepik hijau, ulat pemakan daun, dan serangga-serangga pemakan buah. Populasi semut rangrang yang tinggi dapat mengurangi permasalahan hama tungau, pengorok daun dan penyakit ’greening” pada kebun jeruk.

Semut rangrang diketahui juga dapat melindungi Eucalyptus dan pohon-pohon kayu lainnya. Semut ini dapat mengendalikan sebagian besar hama pada tanaman jeruk dan mete, melindungi tanaman kelapa dan coklat dari serangan kepik, sehingga meningkatkan mutu dan jumlah hasil panen. Semut rangrang juga dapat menghalangi serangan tikus.

Selain sebagai penjaga, rangrang dimanfaatkan manusia sebagai sumber pakan burung berkicau peliharaan. Larvanya dikenal sebagai kroto dan disukai oleh burung pemakan serangga. Kroto merupakan komoditas perdagangan sekunder sebagai tambahan penghasilan petani. Rangrang memiliki perilaku memelihara beberapa jenis kutu sisik untuk diperah cairannya.

Tetapi saat ini kalau saya ke kebun belakang melihat pohon yang ada di sana sudah tidak saya temukan lagi kelompok-kelompok atau koloni-koloni semut rangrang itu, saya sering melihat orang membawa bambu panjang di pucuk bambu tersebut di pasangi semacam tompo (besek dari bambu) ternyata orang tersebut mencari kroto untuk dijual. 

Ternyata sekarang ini lagi demam semut rang-rang mulai melanda Indonesia, bukan hanya di Jawa, luar jawa sampai di Thailand sekalipun mulai demam semut rang-rang memakai toples. Entah siapa yang memicu semua ini yang jelas keadaan ini dimanfaatkan oleh orang-orang untuk menghasilkan uang tambahan dari memelihara semut rangrang ini.


Burung Merpati Simbol Cinta

Semua Orang pasti tahu dengan Burung Merpati, saya pun memelihara burung merpati tersebut buat hiburan di rumah. Kalau waktu sore hari saya kasih makan jagung di halaman rame banget tuh burung saling berebut dengan Pitik (ayam).


Merpati dan dara termasuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes, yang mencakup sekitar 300 spesies burung kerabat pekicau. Dalam percakapan umum, istilah "dara" dan "merpati" dapat saling menggantikan. Dalam praktik ornitologi, terdapat suatu kecenderungan "dara" digunakan untuk spesies yang lebih kecil dan "merpati" untuk yang besar, namun hal ini tidak secara konsisten diterapkan, dan secara historis nama umum untuk burung-burung tersebut memiliki banyak variasi antara istilah "dara" dan "merpati." Famili ini terdapat di seluruh dunia, namun varietas terbesar terdapat di Indomalaya dan Ekozona Australasia. Dara dan merpati muda disebut "squabs."

Merpati dan dara memiliki badan gempal dengan leher pendek dan paruh ramping pendek dengan cere berair. Spesies yang umumnya dikenal sebagai "merpati" adalah merpati karang liar, umum digunakan di banyak kota.

Dara dan merpati mebangun sangkarnya dari ranting dan sisa-sisa lainnya, yang ditempatkan di pepohonan, birai, atau tanah, tergantung spesiesnya. Mereka mengerami satu atau dua telur, dan kedua induknya sangat memedulikan anaknya, yang akan meninggalkan sangkarnya setelah 7 hingga 28 hari. Dara makan biji, buah dan tanaman. Tidak seperti kebanyakan burung lainnya (namun lihat juga flamingo), dara dan merpati menghasilkan "susu tembolok." Kedua jenis kelamin menghasilkan zat bernutrisi tinggi ini untuk memberi makan anaknya.

Merpati sering diapakai sebagai lambang perdamaian oleh manusia dan sering digambarkan sedang memegang daun ZAITUN ,menurut catatan dahulu merpati pernah dipakai untuk mengirim surat dengan mengikatkan surat di kakinya.

Burung Merpati Menjadi Simbol Cinta Kenapa? saya coba cari di website-website ternyata alasannya Burung merpati itu dipilih mewakili cinta karena mitologi Yunani terkait burung kecil putih bersama Aphrodite, dewi cinta. Aphrodite/Venus sering digambarkan bersama merpati beterbangan di sekitarnya atau beristirahat di tangannya.

Merpati juga mewakili monogami dan kesetiaan dalam hubungan karena burung ini cenderung tinggal bersama pasangannya selama musim kawin. Merpati jantan juga membantu menetaskan dan merawat anak mereka, yang membantu burung ini mencapat citra setia dan mencintai.

Bahkan, reputasi mereka sebagai simbol cinta begitu kuat dan membuat banyak resep obat cinta populer di abad pertengahan memasukkan jantung burung merpati sebagai bahannya.

Saya juga sering melihat si burung merpati jantan menyuapi anaknya yang baru menetas, kayaknya mereka adalah keluarga yang bahagia.

Burung Srikatan Yang Menghilang

Waktu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar dulu banyak sekali saya jumpai di belakang rumah entah itu di kandang sapi atau kandang kambing/wedus di pohon jambu, di pohon mangga bahkan di batang pohon ketela pohon atau telo terdapat sarang burung(susuh manuk) Srikatan. Tetapi ketika saya liat sekarang sudah tidak ada lagi burung-burung tersebut, kayaknya mereka para burung srikatan itu sudah tidak kerasan lagi atau memang sudah tidak bisa lagi hidup bebas disekitar lingkungan manusia lagi.


Banyaknya perburuan burung liar menjadikan mereka si burung Srikatan menjadi hilang dari lingkungan sekitar kita. Padahal burung sikatan atau burung kapasan atau white throated fantail bukan termasuk burung yang populer di kalangan penghobi burung. Namunentah mengapa mereka si Burung Srikatan menghilang, berikut ini nama-nama burung Srikatan yang saya ambil dari wiki :
  1. Sikatan aceh
  2. Sikatan bakau
  3. Sikatan belang
  4. Sikatan besar
  5. Sikatan besi
  6. Sikatan biak
  7. Sikatan biru-langit -vu
  8. Sikatan biru-muda
  9. Sikatan biru-putih
  10. Sikatan bodoh
  11. Sikatan bubik
  12. Sikatan burik
  13. Sikatan cacing
  14. Sikatan dada-merah
  15. Sikatan dahi-biru
  16. Sikatan damar
  17. Sikatan emas
  18. Sikatan gelisah
  19. Sikatan gunung
  20. Sikatan hijau-laut
  21. Sikatan kalimantan
  22. Sikatan kelam
  23. Sikatan kenari
  24. Sikatan kepala-abu
  25. Sikatan kerdil
  26. Sikatan kerongkongan-putih
  27. Sikatan kilap
  28. Sikatan kuning
  29. Sikatan leher-merah
  30. Sikatan lompobattang
  31. Sikatan matahari
  32. Sikatan matinan
  33. Sikatan melayu
  34. Sikatan narsis
  35. Sikatan ninon
  36. Sikatan paruh-lebar
  37. Sikatan perut-kuning
  38. Sikatan pulau
  39. Sikatan satin
  40. Sikatan sisi-gelap
  41. Sikatan sungai
  42. Sikatan zaitun
  43. Sikatan-rimba dada-coklat
  44. Sikatan-rimba dada-kelabu
  45. Sikatan-rimba ekor-merah
  46. Sikatan-rimba gunung
  47. Sikatan-rimba sula
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Cumbri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger